Direktur GTK Kemenag RI Berikan Nasehat di Penutupan Kegiatan Pendampingan Program dan PKB Guru dan Tendik Madrasah Tahun 2022

04 Desember 2022, 03:29 WIB
Web Admin MAN 1 Lahat Sumsel
Bagikan:
Direktur GTK Kemenag RI Berikan Nasehat di Penutupan Kegiatan Pendampingan Program dan PKB Guru dan Tendik Madrasah Tahun 2022

Alhamdulillah pada hari Minggu (4/12), Kegiatan Pendampingan Program dan Kegiatan PKB Guru dan Tendik Madrasah Angkatan 27 telah berakhir ditandai dengan bacaan hamdalah dan nasehat yang disampaikan oleh Direktur GTK Kementerian Agama RI Bapak Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag. Nasehat yang Luar Biasa dari Bapak Direktur yaitu metode diferensiasi dalam melaksanakan pembelajaran, Pembelajaran diferensiasi adalah metode pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi bersifat terbuka sehingga memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap murid, melayani banyak potensi atau kecerdasan yg berbeda-beda.

Anak lahir dari bapak yang sama dengan rahim yang sama tapi memiliki intelegensi dan karakter berbeda dengan potensi yang berbeda pula. Di Indonesia belum memiliki data yang Akurat tentang keinginan anak, apakah mereka memiliki dan menginginkan pengembangan diri pada bidang akademik atau Vokasi. Ada 300 Miss macth guru yang mengajar tidak sesuai dengn bidangnya, guru agama mengajar kelistrikan padahal latar belakang pendidikannya guru Agama. Ada lagi guru Agama tetapi mengajar olahraga.

Lebih lanjut beliau memberi nasehat bahwa Tantangan GTK Kemenag sekarang ini, Bagaimana agar setiap pertemuan memiliki atsar atau perubahan. Kita harus memilih change or death, Kebayakan orang Barat memanfaatkan waktu luang dengan membaca tapi klo orang Indonesia, ngorok...bagaimana bisa maju? Jalannya mahasiswanya pun berbeda, mahasiswa Indonesia kebayakan nyantai, beda dengan mahasiswa Barat jalannya cepat.  Literasi kita sangat rendah, begitu pun pada bagaimana cara kita makan dan tidur.

Kenapa Malaysia menjadi kiblat pendidikan kita, padahal sebelumnya mereka belajar kepada kita. Malaysia belajar kepada Tiongkok, jika memiliki masa belajar 4 tahun, maka 2 tahun digunakan belajar teori dan 2 tahun berikutnya digunakan belajar pada industri. Belajar tentang kopi, dengan langsung minum kopi, jangan  balajar renang di kelas, tapi belajarlah renang di kolam, dipantai atau di sungai. Belajar langsung jelas sangat berbeda dengan sebatas teori, belajar langsung memiliki Roadmaps yang jelas, juknisnya jelas.

Pak Direktur bercerita, “...Ini ada cerita dari Mesir, cerita ini disampaikan oleh seorang sahabat. Pak Mamad namanya. Beliau suka sekali makan terasi, suatu ketika terasinya habis. Kemudian mencoba mencari di toko dengan membawa bungkus dengan sedikit sisanya. Kemudian, disodorkan kepada penjaga toko, dicium olehnya. Penjaga toko berkata, “apa ini?... baunya seperti bangkai, masak bangkai dimakan, miskin kau.”

Begitulah sedikit gambaran masyarakat kita, sebagai pendidik kita harus mampu melakukan perubahan polapikir dan perilaku menjadi yang  terbaik, sehingga bisa benar-benar menjadi rujukan peserta didik. Kata-kata kita adalah ilmu dan perilaku kita adalah suri tauladan. 

Mendengar nasehat-nasehat yang disampaikan Bapak Direktur, Sumila selaku Kepala MAN 1 Lahat mengatakan "dengan adanya kegiatan pendampingan program dan kegiatan PKB Guru dan Tendik madrasah ini memberikan banyak wawasan yang nantinya bisa dikembangkan di madrasah khususnya MAN 1 Lahat" ujar beliau

Diterbitkan oleh MAN 1 Lahat

04 Desember 2022

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Berita lainnya yang mungkin menarik untuk Anda