Alhamdulillah pada hari Minggu (4/12), Kegiatan Pendampingan Program dan Kegiatan PKB Guru dan Tendik Madrasah Angkatan 27 telah berakhir ditandai dengan bacaan hamdalah dan nasehat yang disampaikan oleh Direktur GTK Kementerian Agama RI Bapak Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag. Nasehat yang Luar Biasa dari Bapak Direktur yaitu metode diferensiasi dalam melaksanakan pembelajaran, Pembelajaran diferensiasi adalah metode pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi bersifat terbuka sehingga memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap murid, melayani banyak potensi atau kecerdasan yg berbeda-beda.
Anak lahir dari bapak yang sama dengan rahim yang sama tapi memiliki intelegensi dan karakter berbeda dengan potensi yang berbeda pula. Di Indonesia belum memiliki data yang Akurat tentang keinginan anak, apakah mereka memiliki dan menginginkan pengembangan diri pada bidang akademik atau Vokasi. Ada 300 Miss macth guru yang mengajar tidak sesuai dengn bidangnya, guru agama mengajar kelistrikan padahal latar belakang pendidikannya guru Agama. Ada lagi guru Agama tetapi mengajar olahraga.
Lebih lanjut beliau memberi nasehat bahwa Tantangan GTK Kemenag sekarang ini, Bagaimana agar setiap pertemuan memiliki atsar atau perubahan. Kita harus memilih change or death, Kebayakan orang Barat memanfaatkan waktu luang dengan membaca tapi klo orang Indonesia, ngorok...bagaimana bisa maju? Jalannya mahasiswanya pun berbeda, mahasiswa Indonesia kebayakan nyantai, beda dengan mahasiswa Barat jalannya cepat. Literasi kita sangat rendah, begitu pun pada bagaimana cara kita makan dan tidur.
Kenapa Malaysia menjadi kiblat pendidikan kita, padahal sebelumnya mereka belajar kepada kita. Malaysia belajar kepada Tiongkok, jika memiliki masa belajar 4 tahun, maka 2 tahun digunakan belajar teori dan 2 tahun berikutnya digunakan belajar pada industri. Belajar tentang kopi, dengan langsung minum kopi, jangan balajar renang di kelas, tapi belajarlah renang di kolam, dipantai atau di sungai. Belajar langsung jelas sangat berbeda dengan sebatas teori, belajar langsung memiliki Roadmaps yang jelas, juknisnya jelas.
Pak Direktur bercerita, “...Ini ada cerita dari Mesir, cerita ini disampaikan oleh seorang sahabat. Pak Mamad namanya. Beliau suka sekali makan terasi, suatu ketika terasinya habis. Kemudian mencoba mencari di toko dengan membawa bungkus dengan sedikit sisanya. Kemudian, disodorkan kepada penjaga toko, dicium olehnya. Penjaga toko berkata, “apa ini?... baunya seperti bangkai, masak bangkai dimakan, miskin kau.”
Begitulah sedikit gambaran masyarakat kita, sebagai pendidik kita harus mampu melakukan perubahan polapikir dan perilaku menjadi yang terbaik, sehingga bisa benar-benar menjadi rujukan peserta didik. Kata-kata kita adalah ilmu dan perilaku kita adalah suri tauladan.
Mendengar nasehat-nasehat yang disampaikan Bapak Direktur, Sumila selaku Kepala MAN 1 Lahat mengatakan "dengan adanya kegiatan pendampingan program dan kegiatan PKB Guru dan Tendik madrasah ini memberikan banyak wawasan yang nantinya bisa dikembangkan di madrasah khususnya MAN 1 Lahat" ujar beliau
Diterbitkan oleh MAN 1 Lahat
04 Desember 2022
Berita Terbaru
MAN 1 Lahat
Madrasah Aliyah Negeri 1 Lahat - Mencetak Generasi Berakhlak, Terampil dan Cerdas
Berita Terkait
Berita lainnya yang mungkin menarik untuk Anda
Toreh Prestasi Nasional, Siswa MAN 1 Lahat Raih Honorable Mention KOSSMI 2026 Bidang Fisika
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MAN 1 Lahat di ting...
Baca Selengkapnya →
Seru dan Penuh Semangat, Siswa MAN 1 Lahat Tempah Mental di Outbound KKRI
Lahat — Peserta didik MAN 1 Lahat mengikuti kegiatan outbound dalam rangka Pe...
Baca Selengkapnya →
Siswa MAN 1 Lahat Belajar Langsung Metode Pertanian di Kaki Gunung Dempo
Lahat, 9 Mei 2026 — Peserta didik MAN 1 Lahat melaksanakan kunjungan edukasi ...
Baca Selengkapnya →
Semangat Bela Negara, 60 Siswa MAN 1 Lahat Ikuti Pembukaan KKRI Triwulan I Tahun 2026
Lahat, Mei 2026 — Sebanyak 60 peserta didik MAN 1 Lahat mengikuti Upacara Pem...
Baca Selengkapnya →